Senin, 10 Januari 2011

Debotake

Percaya , jarum jam dapat mengubah segalanya
Berawal dari lamunan masa muda yang kosong
Menuju perjalanan hati ke jalur kuning esok hari
Moment melepas penat di sore hari melempar topi menjadi malam yang sempurna yang ditunggu
Dorongan orang yang berwarna hitam di jantung dan merah di mulut menjadi jurus terjitu untuk membuka gerbang rasa yang lelah memberontak
Terima kasih untuk gurauan lama yang di munculkan kembali karena masalah rasa kontak mata
Maafkan, kalian yang mendapat pujian palsu dariku
Langkah dekat yang dipenuhi kebimbangan terobati karena adanya jadwal kebersamaan yang di belokkan
Kata itu membayangiku penuh dengan tanda Tanya, Meski kalimat tersusun tanpa adanya keteraagan
Dan kuberi ungkapan kepercayaan
Semua masalah yang tak ingin diberitakan akan menjadi sumbet kekeliruan di depan
Karena terkalahkan kebenaran yang dapat dipandaang
Tidak ada masalah karena diselimuti kebanggaan walau jauh terabaikan
Kebimbangan masih tersisa karena ketakutan
Mungkin jika malam itu sudah berlalu
Aku akan tersenyum lantang tanpa beban atau benar benar menanggis bagai wanita baru
Semua itu belum terjadi
Ku tunggu jalan yang jelas dari semua kejadian di malam yang kutunggu itu
Semoga ku tidak terpaku dan membeku oleh perjalanan waktu buntut dari semua itu
Jalani semua ini tanpa ada yang menghalangi, lantang maju kedepan tanpa menoreh kebelakang !

Penulis : Fauzi Rahman

Caramel

Tentang kebohongan yang masih diakui khayalak
Dan terjafi padaku tanpa pengejaran yang berarti
Berharap catatan abstrak terjadi begitu saja tanpa hitungan paras kemajuan
Apa lebih dari hitungan jam pasir?jika focus pada satu hal
Perbandingan serupa diskriminasi kulit hitam jaman peluruberujung petaka jika lembaran itu tak dating dan jadi bencana jika pabrik mengetahui semua di belakangku

Penulis : Fauzi Rahman

Rutinitas matahari palsu di negriku

Sepintas kumerenungkan awan hitam yang selalu mengikuti negeri ini
Tersadar diri sendiri masih berpegang pada tiang untuk tetap berdiri menantang
Semua kita kembalikan pada orang yang menatap anda di dalam cermin
Tak ada yang salah jiak kita berani menggoreskan tinta pada catatan hitam negeri ini
Mungkin karena layar kaca di negeri ini selalu menampilkan hitam dan merah
Namun cobalah kepalkan tanganmu sendiri sebelum mengisyaratkan kepalan pada semua orang
Cobalah terdiam sejenak untuk melihat semua keajaiban dari akibat
Kau bisa, kau akan terus berjalan diantara seribu pertanyaan
Kau akan mundur satu langkah untuk maju tiga langkah kedepan
Maka perangilah setan yang ada di dalam dirimu sendiri !

Penulis : Fauzi Rahman